Senin, 28 Januari 2019

ADANYA PERTEMUAN, AKAN ADA PEPRPISAHAN PENUH KENANGAN


Neroh, (25/1) desa neroh merupakan salah satu desa yang berada di kecamatan modung, bangkalan yang terdiri dari lima dusun yang saling berdekatan dengan jarak yang berbeda-beda dan dapat dilihat juga dari kepadatan jumlah masyarakat yang mempunyai tempat tinggal saling berdekatan memberikan rasa saling membantu, bahu membahu penuh rasa gotong royong menjadi lebih besar. Hal ini dapat dilihat dan dirasakan dalam acara penutupan mahasiswa kkn 73, masyarakat desa neroh ikut memberikan andil yang sangat besar dalam menyukseskan acara penutupan yang diadakan mahasiswa kkn 73. H-2 acara berlangsung masyarakat telah membantu dan mendukung anak-anak mahasiswa dalam mengarahkan untuk melakukan persiapan dengan mengambil peralatan dan kebutuhan yang sesuai dan yang terbaik milik desa tanpa dipungut biaya apapun jadi semuanya dapat dikatakan “gratis” mungkin ini yang dinamakan “rezeki anak kkn neroh”.
Dibalik kata sukses acara akan ada namanya perjuangan sebelum acara dimulai yaitu ditemukan beberapa kendala dalam berlangsungnya acara tersebut seperti halnya, dalam pemasangan terop dengan cuaca tidak mendukung menjadikan terop dan karpet basah diguyur hujan deras, peralatan kabel yang berhubungan dengan listrik segera diselamatkan pada akhirnya plan b/ rencana b digunakan dengan menutup terop menggunakan berbagai peralatan lain. Hal lainnya seperti pemasangan banner yang membutuhkan waktu agak lama dalam menyelesaikan hiasan-hiasannya, dengan adanya kreativitas dan tindakan yang cepat banner pun siap dan berhasil diselesaikan dengan baik.
Bukan hanya panggung yang megah yang dipersiapkan melainkan adanya pengisi panggung yang dipersiapkan jauh-jauh hari sebelum hari H digelar dengan berbagai penampilan-penampilan yang menarik dan menjadi hiburan bagi masyarakat desa neroh. Lagi-lagi dengan antusiasme masyarakat yang ikut andil dalam berperan menyukseskan acara bukan hanya dari masyarakat dewasa yang memberikan bantuan melainkan anak-anak dan remaja bersemangat dalam berlatih tari-tarian dan fashion show yang menjadikan panggung diisi dengan penampilan yang meriah.
Jumat malam tepat pukul 20.00 dibukanya acara penutupan mahasiswa kkn 73 bertemakan “kkn 73 nyo’on pamit” diberikan sambutan-sambutan pembuka dari koordinator desa suwandi dan sekertaris desa bapak masykur dengan sambutan yang berisikan pesan, kesan yang ditujukan dan diharapkan sekaligus permintaan maaf dari mahasiswa kkn 73. Setelah sambutan acara selanjutnya yaitu doa yang dipanjatkan dengan khidmat setelah itu kembang api dibakar untuk memeriahkan acara sekaligus membakar semangat warga. Penampilan-penampilan dan hiburan serta hadiah lomba-lomba dibagikan dalam malam penutupan kkn 73 dipandu dengan 2 MC kholis dan yoga yang menambah kemeriahan di atas panggung. Bukan hanya penampilan dari masyarakat yang ikut memeriahkan panggung, tetapi dari mahasiswa pun ikut andil slah satunya penampilan menyanyi dari niam, musikalisasi puisi dari kholis dan jundi dibantu pengisi lagu semua mahasiswa kkn 73.



(Suasana penutupan KKN 73 UTM 2019 di desa Neroh)

PLANG JALAN IDENTITAS DESA NEROH


Bangkalan, keberadaan Desa Neroh banyak yang tidak diketahui oleh banyak khalayak umum. Pasalnya lokasi desa Neroh  berada ditengah-tengah hamparan persawahan di Kecamatan Modung, Lokasinya yang jauh dan akses yang terhambat oleh jalan rusak, membuat banyak orang yang acuh dan tidak tahu menahu tentang desa yang  kebanyakan berpenduduk perantau ini.
Dengan adanya permasalahan itu pembuatan plang penunjuk arah Desa Neroh dilaksanakan, pada tahun sebelumnya kelompok KKN sebelum kami telah membuat plang penunjuk arah desa di satu titik yaitu berada di desa Paeng. Kondisi plank yang berada di Paeng begitu sudah memprihatinkan dengan papan yang kecil tak lantas membuat banyak orang masih sering kliru dan tak tahu arah kemana yang menunjukkan desa Neroh.
Setelah itu kelompok KKN 73 UTM 2019 melakukan survey plang tersebut dan diganti dengan yang baru, yang awalnya menggunakan kayu kemudian diganti dengan menggunakan besi agar dapat bertahan dalam jangkan waktu yang lama selain penempatan plang penunjuk arah desa Neroh pun di tambah lagi yaitu ditempatkan di desa Patereman yang berjarak kurang lebih 5 KM dari neroh.


(Penunjuk arah jalan dari desa Kedungdung dan Paeng)

LOMBA TARTIL DAN ADZAN! CAMBUK SEMANGAT ANAK-ANAK UNTUK JADI GENERASI QUR’ANI


Bangkalan, (24/01) Hari Kamis pagi pukul 08.00 WIB, Balai Desa Neroh rami oleh siswa-siswi SD dan Mts. Kedatangan mereka bukan untuk bermain, bukan untuk bimbel, bukan juga untuk latihan tari. Kedatangan mereka melainkan untuk memenuhi undangan lomba tartil dan adzan se Desa Neoh yang diadakan oleh kelompok KKN 73 UTM 2019.
Kurang lebih terdaftar 50 peserta yang ikut berpartisipasi dalam acara tersebut, baik dari SD maupun Mts. Lomba tersebut dibagi dua kategori yaitu untuk kelas 1- 4 SD masuk dalam kategori junior, sedangkan untuk kelas 5 – 9 masuk dalam kategori Senior. Ada dua sekolah dasar yang mengikuti yaitu SDN Neroh 1 dan SDN Neroh 2 selain juga dari Madrasah Tsanawiyah Al Mas’udiyah.
“perlombaan ini perlu diadakan setiap tahunnya, kenapa? Karena dengan banyaknya potensi dari anak-anak Neroh sendiri akan dapat mudah untuk meneksplorasikan bakat yang dipunyai anak-anak sini” Ujar bapak Kepala Madrasah Tsanawiyah. Acara seperti merupakan acara yang langka didapati di Desa Neroh maupun di Kecamatan Modung. Kurangnya pemberdayaan dan pembinaan dari pemerintah yang mau tidak mau harus mematikan bakat-bakat terpendam dari anak-anak desa Neroh khususnya.
Lomba tartil al quran merupakan lomba yang paling diminati dalam acara tersebut tercata ada 41 peserta yang mendaftarkan diri dan mengikuti lomba, selain itu juga ada yang merangkap mengikuti lomba adzan. Meskipun juara yang akan diambil hanyalah 3 terbaik dari masing-masing kategori, tak lantas menyulutkan semangat anak-anak untuk mengasah kemapuan mereka dalam bidang agama.
Acara yang bertemakan “Ciptakan insan Generasi Qur’ani dan cinta Nabi” ini mendapat perhatian khusus bagi warga desa khususnya yang anaknya juga ikut partisispasi lomba, selain itu guru-guru pun juga ikut menghantarkan siswa-siswanya untuk  menaiki tangga juara dalam perlombaan ini.
(Gambar salah satu peserta lomba adzan

(Gambar salah satu peserta lomba tartil)


LAMA-LAMA MENJADI BUKIT, AYO MENABUNG !


Neroh (21/1) kegiatan ayo menabung digerakkan kepada anak-anak sdn neroh 1 obyek kegiatan ini yaitu kelas 4, 5 dan 6. Pukul 10.00 WIB kegiatan ini diawali dengan diinformasikan betapa pentingnya menabung untuk masa depan. Selanjutnya anak-anak diinformasikan pada hari sebelumnya untuk membawa berbgai peralatan utuk membuat celengan sederhana menggunakan botol plastik bekas, cutter, lem besi dan gunting. Sedangkan mahasiswa kkn 73 menyiapkan bahan lainnya yaitu kertas warna dan mahasiswa kkn 73 ikut mendampingi dengan dibagi perkelas masing-masing kelas didampingi 5 orang mahasiswa.
Kegiatan awal yaitu mereview lagi ingatan anak-anak tentang pentingnya menabung di masa depan untuk semakin membuat mengingat dan memahami. Selanjutnya yaitu praktek langsung membuat celengan atau tempat menyimpan uang menggunakan bahan-bahan bekas  botol plastik disiapkan dengan diberikan instruksi dari penanggung jawab kegiatan ini yaitu: indra. Hal pertama yang dilakukan yaitu memotong botol plastik ukuran besar menjadi dua, dihilangkan bagian tengahnya, selanjutny menempelkan kedua potongan botol plastik besar menggunakan lem besi dengan dibantu mahasiswa kkn 73. Lalu potongan botol plastik yang sudah tertempel diberi kertas warna hingga menutupi semua permukaan botol. Anak-anak diberikan instruksi untuk membuat sekreatif mungkin mengenai bentuk hewan apa yang diinginkan untuk dibentuk di permukaan botol. Lalu dengan antusiasme anak-anak mereka dengan kreatif dan cepat membuat berbagai aneka bentuk hewan seperti kelinci, kupu-kupu, tikus, panda dan masih banyak lagi.
Pukul 12.00 WIB kegiatan telah selesai dan semua nak-anak membawa hasil karya mereka dengan hati yang senang dan saling memamerkan karyanya pada teman-temannya dengan guyonan khas mereka “apa bagus punyaku!! Ihhh kupingnya nggak bisa berdiri, sayapnya kog gitu” ! keseruan mereka dengan pengalaman baru membuat mahasiswa kkn 73 tersenyum senang dengan keberhasilan kegiatan ayo menabung yang dilakukan!
 (Proses penyampaian materi)
(Hasil pembuatan celengan)

TEORI BUKAN HANYA DISIMPAN MELAINKAN HARUS DISALURKAN, DITULARKAN DAN DITERAPKAN.


Neroh, (2/1) neroh salah satu desa di kecamatan modung yang mempunyai beberapa dusun yang mempunyai jarak berbeda-beda dengan dijadikannya satu-satunya pusat segala informasi berbagai keperluan desa dan masyarakat khususnya sekolah. Di desa neroh terdapat 1 TK, 2 SD dan 1 MTs. Masyarakat desa neroh sekarang telah memahami betapa pentingnya pendidikan untuk masa depan dengan semangat anak-anak dalam mencari ilmu menambah kemajuan untuk perkembangan dunia pendidikan di desa neroh.
TK as-syarifah merupakan satu-satunya lembaga pendidikan anak usia dini dan taman kanak-kanak di desa neroh dengan anak-anak yang berasal dari berbagai tempat tinggal di sekitar neroh yang mempunyai jarak berbeda-beda. Mereka dengan ceria dan mandiri berangkat ke sekolah meskipun dengan perjalanan jauh yang biasanya mereka menggunakan angkutan “odong-odong” sebutannya sejenis kendaraan angkutan barang/ tossa, dengan jarak rumah yang lumayan dekat mereka membayar 1000 rupiah sedangkan, jarak rumah yang agak jauh mereka membayar 2000 rupiah. TK As-Syarifah memiliki 3 kelas satu untuk anak-anak PAUD sedangkan dua kelas digunakan untuk TK A dan TK B. TK As-Syarifah memiliki guru pengajar atau sebutannya “bunda” sebanyak 5 orang terdiri dari bunda uyun, bunda is, bunda uci, bunda kiki, dan bunda maskumah. Dari mahasiswa kkn 73 juga membantu kegiatan belajar mengajar di Tk As-Syarifah sebanyak 5 orang mahasiswa yaitu: nova, miranti, manda, okta dan ifa dibagi menjadi tenaga pengajar tambahan untuk membantu bunda-bunda. Berbagai pengalaman diperoleh dengan beberapa hari menjadi tenaga pendidik untuk anak-anak yang mempunyai berbagai latar belakang dengan keseruan dan senyuman khas anak-anak.
Sdn neroh 1 juga merupakan sekolah dasar yang terletak dalam jangkauan yang dekat terletak di tengah desa neroh berdampingan dengan balai desa neroh dan taman posyandu desa neroh. Mahasiswa kkn 73 juga ikut membantu kegiatan belajar mengajar di sd neroh 1 terdiri dari 2 mahasiswa yaitu: indra dan bella. Sedangkan, di sdn 2 terletak di luar desa yang terletak di pinggir jalan masuk ke desa neroh mahasiswa kkn 73 juga ikut membantu kegiatan belajar mengajar terdiri dari 3 mahasiswa yaitu: wandi, lia dan nisa’ di sdn neroh 2 muridnya jauh lebih sedikit dibandingkan dari sdn neroh 1. Meskipun begitu semangat anak-anak sdn neroh 2 tidak kalah dengan anak sdn neroh 1 dengan senyum ceria dan kemandirian anak-anak menjadikan halangan tidak terasa.
Mts al-masudiyah juga merupakan satu- satunya sekolah menengah pertama yang ada di desa neroh terletak agak dalam di ujung desa neroh, namun mempunyai akses jalan yang baik. Mahasiswa juga ikut andil dalam membantu kegiatan belajar mengajar terdiri dari 4 mahasiswa yaitu: lila, arba, jundi dan yoga. Mts ini merupakan mts swasta yang mempunyai jadwal masuk seminggu penuh dengan hari libur yaitu hari jumat. Meskipun begitu Anak-anak mts telah memiliki keinginan besar terhadap pendidik dengan bercita-cita ingin kuliah dan telah mengenal dunia IT meskipun hanya menggunakan ponsel pintar dan kemampuan dasar komputer mereka juga telah memahami dengan cukup baik.


 (Proses pembelajaran di TK As-Syarifah)
 (Proses pembelajaran di SD Neroh 1)  
(Proses pembelajaran di SD Neroh 2)  

 (Proses pembelajaran di MTS AL-Mas'udiyah)

PENGHIJAUAN ITU INDAH ! HYDROPONIK HADIR DEMI SUATU PERWUJUDAN AGAR DESA NEROH TERLIHAT WAH

Bangkalan, keindahan alam merupakan sesuatu yang diidam idamkan oleh sebagaian orang, melihat daerah yang banyak ditumbuhi oleh banyak tumbuhan merupakan kesenangan tersendiri bagi siapa saja yng memandanginya. Seperti halnya di desa Neroh yang mana merupakan daerah yang didomisili banyak tumbuhan, namun hal ini hanya bisa dipandang ketika masuk musim penghujan saja, beda ketika memasuki musim kemarau, desa Neroh terlihat sangat gersang, kering bak daerah di timur tengah dikarenakan sulit akan perairan. Melihat kekurangan yang terjadi ini maka kelompok KKN 73 UTM 2019 berinisiatif untuk menanggulanginya yaitu dengan cara membuat taman hydroponik yang mana nantinya selain dapat memperindah desa Neroh juga untuk meminimalisir penggunaan air yang berlebihan.

Neroh, (Januari 2019) taman hydroponik pun mulai digarap, secara perlahan lambat laun dengan sabar kami membuat hydroponik, disamping itu pula kami mulai menanam bibit sawi dan juga kangkung menggunakan rockwall. Ketika proses pembuatan tidak hanya dari kelompok kami yang membuat namun ada campur tangan dan bantuan dari warga disana, disamping ingin membantu kami membuat warga juga kepingin tau bagaimana cara pembuatan dan juga apa manfaat dari hydroponik tersebut. Bibitpun mulai tumbuh dan beranjak dewasa, dipindahpun bibit yang sudah beranjak dewasa tadi ke dalam pot hydroponik yang sudah jadi. Dan untuk perlengkapannya sendiri berupa pipa, lem pipa, filter air, bibit sawi dan kangkung, pupuk ab mix khusus hydroponik.

(Taman hydroponik yang dibudidayakan oleh kelompok KKN 73 UTM 2019)

PAMERAN DARING/ DISEMINASI ONLINE PRODUK UNGGULAN KKN KELOMPOK 73 UTM 2019 ! STISI, KERUPSI, DAN SECANG


A. STISI ( Stik Nasi )
Bahan:
- 2 centong nasi dihaluskan (diulek)
- 3 sendok margarin (bisa lebih)
- Seperempat tepung terigu
- 2 sendok teh vanili bubuk
- 1 butir telur
- Bawah putih 5 siung
- Kunyit 1 buah ukuran sedang
- Garam secukupnya

Cara membuat :
1. Haluskan kunyit dan bawang putih dengan garam secukupnya
2. Masukkan kunyit dan bawang putih dengan garam secukupnya
3. Masukkan tepung terigu
4. Adoni hingga kalis (adonan tidak melengket ke tangan)
5. Setelah adonan sudah kalis, ambil sedikit adonan dan pipihkan menggunakan penggiling atau botol sampai tipis
6. Saat menipiskan adonan olesi alas dengan minyak atau sisa tepung agar adonan tidak lengket saat diambil
7. Setelah adonan tipis iris-iris adonan sesuai selera
8. Sesudah diiris adonan siap digoreng.

B. KERUPSI ( Kerupuk Nasi)
Bahan:
- 2 Centong Nasi Hangat
- 3 Siung Bawang Putih
- 1 Sendok Teh garam
- 1 Sendok makan tepung kanji
- Cobek dan ulekan
- Alas untuk menjemur kerupuk
- Minyak goreng secukupnya

Cara Membuatnya:
1. Haluskan nasi, garam dan bawang putih menggunakan ulekan hingga halus
2. Tambhakan tepung kanji dan haluskan kembali hingga tercampur rata
3. Siapkan alas untuk menjemur, berikan sedikit minyak goreng agar tidak lengket
4. Buatlah adonan menjadi bulatan-bulatan kecil, lalu letakkan bulatan itu ke atas alas yang telah diberikan minyak goreng
5. Tekan bulatan-bulatan adonan menggunakan tangan yang telah dilapisi plastik
6. Setelah semua bulatan-bulatan adonan selesai, kerupuk siap dijemur.

C. SECANG ( Selai Kacang )
Bahan:
- 250 gr kacang tanah
- 3 sdm minyak kelapa/minyak goreng
- 3 sdm gula pasir halus
- Garam secukupnya

Cara membuat:
1. Sangrai kacang tanah diatas api sedang sampai agak kecoklatan, jangan sampai gosong ya bu..
2. Matikan api dan diamkan kacang sampai benar-benar dingin supaya kacangnya mudah hancur saat di blender
3. Siapkan blender, masukkan kacang sangrai yang sudah dingin dan gula garam secukupnya atau  sesuai selera. Blender dari kecepatan rendah samopai kacang halus rata. Setelah itu gunakan sendok untuk memastikan kacang rata halusnya.
4. Masukkan minyak kelapa atau minyak goreng sebanyak 3sdm. Blender lagi kacang sampai halus dan creamy
5. TIPS: Bila blender panas atau kacang tidak berputar, matikan blender beberapa saat sambil terus diaduk, pastikan tidak ada yang menyangkut di pisau blender yang menyebabkan blender "lelah"
Masukkan selai ke dalam wadah kecil atau toples kecil sesuai yang diinginkan. Siap di konsumsi dengan roti.
Untuk lebih jelasnya, tonton video pembuatannya di bawah ini:

Minggu, 27 Januari 2019

KKN 73 UTM KEMBANGKAN PENANAMAN TEKNIK MULSA DI DESA NEROH SEBAGAI TEROBOSAN MEMINIMALISIR AIR DALAM TANAMAN.


Bangkalan, sulitnya air terkadang dapat mengurungkan niat para petani dalam bercocok tanah, karena air merupakan hal yang utama yang di perlukan seorang petani dalam bercocok tanam, di tambah lagi sulitnya air di desa Neroh yang menjadi kendala masyarakat dalam bertani. Air yang umumnya kita hambur-hampurkan untuk hal yang kurang bermanfaat seperti menggunakan mandi tidak secukupnya, lain halnya di Desa Neroh, dimana air yang keluar 2 hari sekali. Apalagi pada musim kemarau, tidak dapat kita bayangkan bagaimana sulitnya air di desa itu, buat kebutuhan sehari-hari saja sudah sulit apalagi di buat untuk mengairi tanaman. Mata pencaharian warga desa Neroh adalah mayoritas petani. Dalam hal ini KKN 73 mengembangkan cara menanam dengan teknik mulsa, karena teknik tanam mulsa tidak terlalu membutuhkan banyak air.

KKN tematik mandiri 73 UTM memberi terobosan baru dalam bercocok tanam yaitu menanam dengan teknik mulsa, dengan adanya terobosan ini di harapkan dapat menunjang pertanian di desa Neroh, Kec Modung, Kab Bangkalan. Kebun mulsa merupakan program kerja KKN 73 UTM di Desa Neroh yaitu menanam dengan teknik mulsa, mulsa adalah plastik khusus untuk media menanam, bentunya lembaran plastic pentup lahan yang bertujuan melindungi permukaan tanah dari erosi, menjaga kelembapan dan struktur tanah, serta menghambat ertumbuhan gulma, plastic yang terbuat dari bahan polietelina berdensitas rendah yang dihasilkan melalui proses polimerasi etilen di bawah tekanan tinggi. Cocok di gunakan untuk menanam tanaman pertanian di desa neroh terutama sayuran dan lain-lain, contihnya: tomat, cabai, padi, dan sayur-sayuran dan lain-lainya.

Karena melihat keadaan desa Neroh yang sulit air untuk menanam, dan air di desa ada saat 2 hari sekali, hal ini sangat menunjang pertanian di desa Neroh. Selama ini yang di kembangkan oleh kelompok KKN 73 UTM adalah membudidayakan tanaman cabai, melon, tomat, dan mentimun, proses pembuatan yang dilakukan pada tanggal 05 januari 2019 sampai 08 januari 2019. Cara penanaman sebelum menanam hal yang pertama dilakukan adalah menyiapkan lahan yang akan di tanam terlebih dahulu, kemudian tanah di bentuk gundukan dengan ketingian kurang lebih 30 M, bertujuan untuk menjaga kelembapan tanah agar keseterilan air terjaga, kemudian tanah dicampur dengan pupuk organik dan pupuk kandang sebelum di pasang plastik mulsa, setelah semuanya selesai baru plastic mulsa di pasang, selanjutnya nunggu satu sampai 2 hari menunggu pupuk dengan tanah mengurai baru penanaman di mulai.

Setelah semuanya selesai tinggal proses perawatan, proses perawatan tidak beda dengan perawatan media langsung tanam, yaitu memberikan pupuk ketika tumbuhan mulai bersemi, dan perawatan ketika mulai berbuah. Manfaat kegiatan progam kerja tanam Mulsa (KKN 73 UTM 2019) sangat cocok di terpkan di desa Neroh, karena mayoritas di desa Neroh warga suka menanam tanaman polowijo, dan teknik mulsa ini sangat cocok di terapkan untuk penanaman tersebut. Di harapakan mampu mengembangkan potensi desa dalam bidang pertanian  Desa Neroh agar tidak selalu ketergantungan dengan air hujan, karena teknik mulsa tidak membutuhkan banyak air seperti menanam teknik tanam langsung. Hasil yang di timbulkan dari Program kerja yang di lakukan oleh kelompok KKN 73 UTM desa Neroh Selain memberikan manfaat dalam bidang pertanian juga memberikan kemudahan warga desa dalam perawatan tanaman dan hasil yang di dapatkan juga bagus, dan warga sangat antusias dalam program tersebut. 
Dalam program ini juga memanfaat kotoran ternak (pupuk kandang) di desa Neroh yang di biarkan begitu saja, karna pupuk kandang sangat bagus sekali untuk bercocok tanam, karna kebiasaan masyarakat yang kurang memanfaatkan pupuk kandang dalam menanam. Ketepatan target dari kegiatan ini telah tercapai hasil, diantaranya adalah tumbuhnya tanaman yang mulai bersemi dan ada juga yang mulai berbuah dan juga kesadaran masyarakat tentang teknik tanam mulsa.

( Kebun mulsa yang dibudidayakan oleh kelompok KKN 73 UTM 2019)

KKN TEMATIK MANDIRI UTM BERSAMA WARGA DESA NEROH BERDAYAKAN SATU RUMAH SATU JUMANTIK.


Bangkalan, (22/01) musim hujan telah tiba, peralihan musim yang biasa dinamakan musim pancaroba sering datang dengan membawa banyak penyakit baik untuk tanaman, hewan, maupun manusia dan tidak jarang sampai memakan korban jiwa. Dengan kondisi alam yang tak menentu sebagai makhluk yang diciptakan dengan kondisi sempurna, manusia harus selalu sigap dan waspada menghadapi kondisi tersebut. Apalagi jika musim hujan tiba banyak penyakit mengintai khususnya demam berdarah yang terkadang dipicu oleh permasalahan kecil yaitu kurang waspadanya warga membersihkan tempat-tempat yang menjadi sarang bagi nyamuk.
Menurut data yang dilansir dari Puskesmas Kecamatan Modung, pada tahun 2017 Desa Neroh pernah memecahkan rekor sebagai desa dengan pejangkit DBD terbanyak yaitu ditemukan ada 8 kasus dan 1 meninggal dunia. Hal tersebut selaras dengan yang disampaikan oleh pembina penanggulangan DBD Puskesmas Kec. Modung saat sesi tanya jawab pada kegiatan penyuluhan penanggulangan DBD di desa Neroh (22/01) yaitu bapak Ikhwan “Karena kurangnya kewaspadaan dari masyarakat akan penyakit ini, menimbulkan banyak kerugian nantinya. Maka dari itu saya sebagai pembina penanggulangan DBD memohon bantuan warga semua untuk saling menjaga dan mengingatkan satu sama lain dan jangan sampai memakan korban lagi”. Kegiatan yang diadakan oleh Kelompok KKN 73 UTM 2019 dengan bekerja sama dengan Puskesmas Kec. Modung tersebut disambut antusias oleh desa Neroh, hal tersebut terlihat dari minat warga untuk mengikuti sangat besar, acara yang dimulai pukul 11.00 WIB dan bertempat di Kantor Balai Desa Neroh tersebut merupakan salah satu program kerja yang digalangkan oleh Kelompok KKN 73 UTM 2019 yang bertujuan untuk meminimalisir kejadian serupa di waktu yang akan datang serta menyadarkan kembali akan bahaya dari penyakit yang timbul dari virus nyamuk Aedes Aigepty.
Acara yang kurang lebih dihadiri oleh 50 warga desa Neroh dan juga siswa – siswi SD Negeri Neroh 1 ini memberdayakan satu program yaitu Satu Rumah Satu Jumantik. Ujar bapak ikhwan saat penyampaian program tersebut “program satu rumah satu jumantik harus mulai dimulai entah nanti bapaknya, ibunya anaknya atau siapapun. Karena setiap rumah harus ada yang mengontrol tempat - tempat yang mungkin nanti menjadi sarang bagi nyamuk Aedes Aigepty”. Program tersebut merupakan gagasan dari Kementrian Kesehatan RI yang kemudian disosialisasikan ke dinas kesehatan seluruh indonesia, dan di Kabupaten Bangkalan sendiri baru melakukan pembinaan di 10 Puskesmas di 10 Kecamatan dan Desa di Kabupaten bangkalan. “Kebetulan Puskesmas Modung dan desa Neroh tahun ini belum mendapatkan jatah pelatihan pembinaan tersebut dan insyaallah tahun depan jatah kita mendapatkan pelatihan satu rumah satu jumantik” ujar bapak ikhwan. Melalui kegiatan tersebut KKN 73 UTM 2019 dan juga Puskesmas Kec. Modung membantu dan menjalankan program Satu Rumah Satu Jumantik di Desa Neroh.


(suasana ketika sosialisasi berlangsung)

SEMANGAT BELAJAR ANAK-ANAK NEROH BAGAI OASE DI TENGAH SAMUDERA


Bangkalan, jaman sekarang merupakan jaman dimana belajar tidak perlu harus repot ngumpulin buku satu persatu untuk dibaca dan dijadikan referensi, sekarang tampaknya lebih praktis dengan adanya bantuan dari gadget mau belajar apapun bisa, kapanpun bisa dan dimanapun itu tempatnya. Tinggal masukin aplikasi bisa belajar semuanya dan bisa diakses sesuka hati.

Namun tampaknya hal tersebut tak berlaku bagi mereka anak-anak Desa Neroh, pasalnya dengan semakin gencarnya produk gadget mencecar anak-anak seharusnya menjadi kendala dalam hal peningkatan mutu belajarnya. Namun hal tersebut tak nampak di wajah mereka. Setiap habis sembahyang isyak anak-anak yang mayoritas masih sekolah dasar berbondong-bondong menyerbu tempat kami singgah yaitu di Balai Desa Neroh. Wajah-wajah lucu nan lugu yang dibalut dengan keikhlasan terpancar hangat yang dapat mengobati luka-luka kerinduan kami kepada keluarga yang kami tinggalkan mengabdi di Desa Neroh ini. Kak Kholis salah satu anggota KKN 73 mengatakan “dengan belajar kita akan menang, dengan belajar kita akan sadar, dengan belajar kita akan mendapatkan ketenangan” . memang benar dengan belajar kita akan mampu mencakup apa yang kita harapkan, hal itu lambat laun dirasakan oleh anak-anak yang mengikuti bimbingan belajar, yang semula belum bisa menghitung perkalian dengan mudah dalam waktu yang singkat mereka sudah dapat melakukannya, yang sebelumnya sulit dengan pelajaran IPA sedikit-sedikit bisa melewati itu dan lain sebagainya.

Semangat yang timbul dari keseriusan mereka yang mampu mendorong kami untuk lebih kreatif dan semangat dalam membantu mereka anak-anak desa Neroh memperoleh porsi pendidikan yang pas. Selain itu semagat belajarpun terlihat dari orang tua anak-anak tersebut, kenapa seperti itu? Setiap hari entah hujan atau terang mereka para orang tua senantiasa mengantarkan anak-anak mereka ke Balai Desa untuk melaksanakan bimbingan belajar. “seharusnya jangan hanya sampai satu bulan saja pak, kalau bisa seterusnya diadakan seperti ini biar anak-anak tidak keleleran kalau malam” ujar bapak – bapak pengantar anak-anak yang bimbel. Ternyata respon masyarakat juga begitu menyejukkan, setiap malam pasti ada saja makanan yang diantarkan ke Balai untuk menemani proses belajar berlangsung. Sangat besar minat anak-anak Neroh untuk belajar semoga kelak mereka akan membawa manfaat bagi Neroh khususnya dan umumnya kita semuanya. amiin

(suasana ketika les berlangsung)

KKN 73 UTM MENGABDI! MEMBERI PELATIHAN IT AGAR TIDAK TERTINGGAL DI ERA GLOBALISASI

Bangkalan, (16/01) Desa Neroh merupakan desa yang berada di Kecamatan Modung Kabupaten Bangkalan yang mana bisa dikatakan bahwa desa ini terpencil dan jauh dari keramain kota. Namun luar biasanya meskipun desa Neroh ini jauh akan keramaian kota jauh diluar ekspetasi kita bahwasanya warga disini sudah begitu paham akan Teknologi Informasi layaknya warga yang berada di perkotaan, seperti halnya sudah bisa menggunakan Whatsapp, Facebook, YouTube dan lain sebagainya. Namun hal ini tidak mencakup untuk semua warga, namun hanya sebagian besar saja yang dapat menggunakan Teknologi Informasi dengan semestinya, masih ada beberapa warga yang belum mengenal Teknologi Informasi dikarenakan ada beberapa faktor yang menyebabkan mereka belum mengenal Teknologi Informasi itu sendiri, yang pertama dikarenakan tidak memiliki Handphone android, tidak memiliki laptop ataupun komputer, yang kedua dikarenakan tidak begitu tertarik akan suatu hal yang membuat mereka menjadi malas bekerja dikarenakan takut kecanduan akan barang elektronik itu sendiri. Hal yang sudah disebutkan tadi tidak mecakup seluruh warga melainkan hanya untuk warga yang sudah dewasa saja, beda dengan anak-anak SD dan juga MTS yang masih belum paham akan Tekhnologi Informasi. Melihat kekurangan yang terjadi di desa Neroh ini akhirnya kami kelompok KKN 73 UTM 2019 berinisiatif untuk menutupi kekurangan itu dengan melaksanakan pelatihan IT  agar mereka tidak tertinggal mengenai teknologi informasi terlebih di era globalisasi saat ini. Untuk pelatihan IT kali ini kami hanya memfokuskan untk anak MTS saja, hal ini dikarenakan dalam segi umur dan juga pemikiran tentunya mereka bakal lebih mampu untuk menangkap pembelajaran nantinya, selain itu pula hal ini akan menjadi suatu bekal nantinya untuk mereka sebelum melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

Rabu, (16/01/2019) pukul 10.00 wib yang bertempat di MTS Al Mas'udiyah Neroh Modung pelatihan IT pun berlangsung, pelatihan yang dihadiri kurang lebih 20 siswa siswi ini berlangsung kurang lebih satu setengah jam. Pelatihan yang di pimpin oleh pemateri Yoga dan Jundi ini berhasil menarik perhatian siswa siswi untuk belajar tentang IT, pembahasan materi yang diberikan hanya mencakup tentang apa itu IT, apa itu internet, sejarah internet, pengenalan Microsoft Word dan Power Point. Disini siswa siswi diberi fasilitas berupa ilmu, snack, dan laptop agar nantinya mereka bisa praktik secara langsung. Tak heran jika kebahagian terpancara dari wajah mereka yang notabene jarang memegang laptop. Sebagai panitia kami bangga melihat antusias dan semangat mereka untuk belajar tentang IT, dan kamipun berharap agar nantinya apa yang telah diberikan oleh KKN 73 UTM 2019 bisa bermanfaat untuk mereka kedepannya. Agar lebih jelas tentang suasana disaat pelatihan simak gambar dibawah ini:

(proses ketika pelatihan IT berlangsung)


FEATURED PRODUCT! STISI, KERUPSI, SECANG


Bangkalan, (15/01) Desa Neroh merupakan desa yang berada di Kecamatan Modung, desa dengan kawasan persawahan yang sangat luas, bisa dilihat dari topografi yang ada dalam desa ini. Jika diambil skala antara desa dan persawahan perbandingannya 2:3, jadi luas persawahan yang dimiliki oleh desa Neroh sangatlah luas. Didukung ketekunan para warganya yang selalu telaten dan sabar dalam merawat sawahnya meskipun di Neroh ini sistem persawahannya menggunakan sistem “tadah hujan”. Dari luas persawahan tersebut 98 persennya adalah tanaman padi dan sisanya adalah jagung dan sayuran.
Mengetahui hal tersebut kelompok KKN 73 UTM 2019 dalam salah satu tugasnya ialah untuk mengolah apa yang ada dalam desa tersebut terutamanya menciptakan produk makanan ataupun produk lainnya yang bertujuan untuk membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat desa sekitar. Hal tersebut sejalan dengan program kerja yang di cantumkan oleh mereka yaitu mengadakan “Workshop pengolahan produk unggulan desa”. Sebelum diadakan acara ini teman-teman kelompok KKN menemukan kesulitan dalam hal mengangkat apa yang nantinya akan dijadikan produk unggul di desa ini, dikarenakan mayoritas yang ditemukan di desa Neroh hanyalah padi, padi dan padi. Awalnya mereka akan membuat tepung yang terbuat dari beras , tapi setelah di konsultasikan dengan ibu-ibu PKK ternyata kurang begitu menarik. Selanjutnya mencoba untuk membuat olahan yang kali ini bukan dari beras yaitu dari nasi yang sudah dinanak secara pulen, yaitu membuat kerupuk nasi atau biasa disebut kerupuk puli ternyata cukup mendapatkan respon baik namun ada sedikit saran yaitu diminta juga membuat olahan dari kacang soalnya setiap musim kemarau petani disini menanam kacang.
Setelah beberapa saran didapatkan, tim penggerak produk unggulan yang di nahkodai oleh Nova, Bella, dan Miranti ini memutuskan untuk membuat 3 produk yang bahan unggulannya dapat didapatkan secara cuma-cuma di desa Neroh. Yang pertama adalah STISI atau Stik Nasi, ini merupakan salah satu olahan dari nasi yang bentuknya stik, kemudian yang kedua adalah KERUPSI atau dapat disebut Kerupuk Nasi ini juga produk yang terbuat dari nasi atau biasa juga disebut Kerupuk Puli, kemudian yang terakhir adalah SECANG atau Selai Kacang ini merupakan produk yang banyak mendapatkan apresiasi dari warga karena cit rasa yang dimunculkan khas selain itu bahan yang digunakan juga mudah ditemukan. Acara workshop tersebut diadakan pada tanggal 15 Januari 2019 dan dimulai pukul 19.00 WIB yang bertempat di Bali Desa Neroh tersebut  kurang lebih dihadiri oleh 25 warga desa yang semuanya terdiri  dari ibu-ibu, antusiasme warga terlihat ketika proses testimoni berlangsung ketika para peserta workhshop mencoba produk yang diluncurkan oleh kelompok KKN 73 UTM 2019. Seperti apa keseruannya dapat dilihat di bawah ini.

                                                
(Sosialisasi produk unggulan bersama ibu-ibu PKK di Desa Neroh)

LOMBA ! KEGIATANKU MENYAMBUT AWAL TAHUN BARU

Bangkalan, (06/01) perlombaan identik dengan acara peringatan Hari Besar Kenegaraan maupun Hari besar Keagamaan seperti HUT RI, Maulid Nabi, Hari Pahlawan maupun hari-hari besar lainnya. Di dalamnya meliputi lomba-lomba tradisional semisal makan kerupuk, tarik tambang, balap karung dan lain sebagainya. Namun tidak jarang acara perlombaan muncul di tengah-tengah sepinya peringatan hari besar, hal tersebut sejalan dengan yang dilakukan oleh kelompok KKN Gasal 73 UTM. 

Teman-teman kelompok KKN 73 mengajak semua lapisan masyarakat Desa Neroh Kec. Modung Kab. Bangkalan khusunya anak-anak untuk ikut tumpah ruah berbaur dalam mensukseskan salah satu program kerja yang digarap oleh kelompok KKN Gasal 73 UTM yaitu Lomba-lomba dalam rangka merajut silaturrahmi antara warga desa Neroh dengan teman-teman Kelompok KKN 73 UTM. Acara yang berlangsung pada hari minggu (06/01/2019) tersebut dimulai sekitar pukul 08.00  WIB, ternyata mampu menyedot perhatian warga yang tidak sibuk akan pekerjaan pokok yang mereka lakukan tiap harinya, tidak hanya warga biasa bahkan sesepuh dan juga jajaran penting yang ada di desa Neroh pun ikut memeriahkan acara lomba yang diadakan oleh kelompok KKN kami dengan menonton dan memberi semangat kepada peserta lomba. Satu demi satu lomba pun terlaksana dengan meriah mulai dari lomba memasukkan paku dalam botol, lari kelereng, nyo'on tampah (menjunjung tampah diatas kepala agar tidak jatuh), mencari koin di dalam tepung, dan juga tarik tambang. Suara teriakan bak penonton sepak bola pun terdengar kencang dari penonton yang sedang menyaksikan perlombaan, tak lepas dari itu kami pun selaku panitia juga ikut bersorak-bersorak menyemangati peserta yang sedang mengikuti lomba. Secara tidak sadar hati berdeguk kencang melihat antusias, semangat, dan optimisme mereka, tak hanya itu  panas hujan pun tak menghiraukan semangat mereka dalam mengikuti acara perlombaan. Untuk lebih jelasnya simak video dibawah ini:

Jumat, 18 Januari 2019

Kerja Bakti! Program kerja yang haram dilupakan setiap kelompok KKN di Muka Bumi

Bangkalan, (13/01) Kerja bakti! ya memang begitulah namanya dan tidak mungkin luput dari benak para mahasiswa yang akan mengampu mata kuliah KKN. kerja bakti pasti akan masuk draft susunan program kerja paling atas serta paling banyak diusulkan oleh peserta KKN. tak lepas dari itu pihak desa yang akan disinggahipun juga akan meminta entah itu sekedar bersih-bersih di lingkup instansi seperti sekolahan, masjid, balai desa dan tidak jarang akan meminta membersihkan seluruh tempat yang ada di desa.

Seperti halnya yang dilakukan oleh Kelompok KKN Gasal 73 UTM  desa Neroh Kec. Modung Kab. Bangkalan. semua tumpah ruah di jalan dengan balutan bahagia tercermin dari wajah mereka semua, pasalnya kegiatan bersih-bersih yang dicanangkan oleh KKN 73 dapat kembali menyulut semangat gotong royong warga desa. pada hari itu warga desa beserta anak-anak KKN saling bahu membahu membersihkan Madrasah Diniyah yang kebetulan libur pada waktu itu, mulai dari membersihkan selokan, rerumputan yang menghalangi indahnya pemandangan, dan juga sekitar halaman Madrasah yang jadi satu dengan PAUD dan TK mereka lakukan secara ulet dan telaten, dan tak jarang letupan - letupan, celotehan - celotehan bernada guyonan keluar dari mereka selama kerja bakti berlangsung.

Kegiatan seperti ini hukumnya wajib untuk di lakukan secara intens. Selain untuk menjaga kebersihan lingkungan juga dapat meningkatkan solidaritas warga desa. tidak hanya kelompok KKN Gasal 73 UTM, kegiatan ini harus dan tidak bisa ditinggalkan sebagai bagian dari program kerja yang disuguhkan oleh setiap kelompok yang akan melakukan KKN di dunia ini. 

                                     
  (gambar diatas diambil ketika kerja bakti berlangsung)

Minggu, 06 Januari 2019

BAKAT TERSEMBUNYI! SELAIN JADI AKADEMISI JUGA BISA BERTANI

Neroh, (27/12) Desa Neroh merupakan salah satu desa binaan pemerintah Dinas Pertanian kabupaten Bangkalan dalam hal peningkatan produktivitas pangan dan ekonomi. Desa Neroh merupakan desa yang mayoritas lahannya di isi sawah dan perkebunan, sehinngga menjadi salah satu objek binaan dari Dinas Pertanian Kab. Bangkalan karena banyaknya lahan pertanian disini. Mayoritas penduduk Desa Neroh yaitu berprofesi sebagai Petani membuat pengolahan lahan persawahan selalu intens dan tetap eksis sebagai penunjang perekonomian warga.

Musim Hujan merupakan suatu berkah tersendiri bagi warga masyarakat Desa Neroh yang bermata pencaharian sebagai petani, dikarenakan sistem bercocok tanam disini menganut sistem “Tadah Hujan” jadi, petani mengandalkan air hujan sebagai satu-satunya jalur pengairan untuk kelangsungan hidup tanaman mereka. “kalau disini memang seperti ini mas, kalau hujan memang berkahnya petani sini, soalnya mau menanam apa saja insyaallah akan tumbuh dan bisa panen beda kalau musim kemarau. Kalau kata orang sini memang lahannya tadah hujan.’’ Ujar pak Masykur salah satu petani Desa Neroh dan juga sebagai Sekretaris Desa Neroh.

Selaras dengan itu Kelompok KKN 73 Universitas Trunojoyo Madura dengan salah satu program kerjanya yaitu membantu meningkatkan produktivitas pangan dalam sektor pertanian ikut serta dalam pengolahan lahan persawahan tersebut mulai dari pembibitan sampai penanaman dan bertepatan yang ditanam warga adalah padi. Proses pengolahan lahan yang membutuhkan keuletan dan ketelatenan sedikit banyak membuat teman-teman KKN 73 UTM bersusah payah karena dengan latar belakang yang berbeda kemudian disatukan dalam satu petak lahan untuk menanam padi. Keseruanpun tercipta sambil sedikit menghibur para petani lain yang kebetulan ikut membantu mengarahkan dan membimbing teman-teman KKN 73 UTM. Tidak tanggung-tanggung ternyata mereka sudah disediakan sawah 2 petak oleh warga desa untuk digarap, dan hasilnya pun dapat dilihat dalam gambar dibawah.









Kamis, 03 Januari 2019

PEMBUKAAN KKN KELOMPOK 73 UTM Gasal 2019


Rabu, 26 Desember 2018 kami mengikuti pembukaan KKN Tematik kelompok 73 UTM di Balai Desa Neroh, Kecamatan Modung Kabupaten Bangkalan. Acara pembukaan dimulai pukul 18.30 WIB dan dihadiri oleh Kades, Sekdes, dan anggota masyarakat Desa Neroh. Pada acara itu dimulai dengan sambutan kordes dan dilanjutkan dengan sambutan Kepala Desa Neroh. Penyambutan yang meriah dilakukan warga Desa Neroh untuk pembukaan KKN tematik kelompok 73 UTM dengan iringan musik rebana menambah meriah suasana pembukaan. Dalam pembukaan ini kami menyampaikan beberapa program kerja dengan tema "Meningkatkan intelektual dan perekonomian Desa Neroh. Untuk lebih jelasnya klik  video di bawah ini

 

Blogger news

Blogroll

About