Senin, 28 Januari 2019

ADANYA PERTEMUAN, AKAN ADA PEPRPISAHAN PENUH KENANGAN


Neroh, (25/1) desa neroh merupakan salah satu desa yang berada di kecamatan modung, bangkalan yang terdiri dari lima dusun yang saling berdekatan dengan jarak yang berbeda-beda dan dapat dilihat juga dari kepadatan jumlah masyarakat yang mempunyai tempat tinggal saling berdekatan memberikan rasa saling membantu, bahu membahu penuh rasa gotong royong menjadi lebih besar. Hal ini dapat dilihat dan dirasakan dalam acara penutupan mahasiswa kkn 73, masyarakat desa neroh ikut memberikan andil yang sangat besar dalam menyukseskan acara penutupan yang diadakan mahasiswa kkn 73. H-2 acara berlangsung masyarakat telah membantu dan mendukung anak-anak mahasiswa dalam mengarahkan untuk melakukan persiapan dengan mengambil peralatan dan kebutuhan yang sesuai dan yang terbaik milik desa tanpa dipungut biaya apapun jadi semuanya dapat dikatakan “gratis” mungkin ini yang dinamakan “rezeki anak kkn neroh”.
Dibalik kata sukses acara akan ada namanya perjuangan sebelum acara dimulai yaitu ditemukan beberapa kendala dalam berlangsungnya acara tersebut seperti halnya, dalam pemasangan terop dengan cuaca tidak mendukung menjadikan terop dan karpet basah diguyur hujan deras, peralatan kabel yang berhubungan dengan listrik segera diselamatkan pada akhirnya plan b/ rencana b digunakan dengan menutup terop menggunakan berbagai peralatan lain. Hal lainnya seperti pemasangan banner yang membutuhkan waktu agak lama dalam menyelesaikan hiasan-hiasannya, dengan adanya kreativitas dan tindakan yang cepat banner pun siap dan berhasil diselesaikan dengan baik.
Bukan hanya panggung yang megah yang dipersiapkan melainkan adanya pengisi panggung yang dipersiapkan jauh-jauh hari sebelum hari H digelar dengan berbagai penampilan-penampilan yang menarik dan menjadi hiburan bagi masyarakat desa neroh. Lagi-lagi dengan antusiasme masyarakat yang ikut andil dalam berperan menyukseskan acara bukan hanya dari masyarakat dewasa yang memberikan bantuan melainkan anak-anak dan remaja bersemangat dalam berlatih tari-tarian dan fashion show yang menjadikan panggung diisi dengan penampilan yang meriah.
Jumat malam tepat pukul 20.00 dibukanya acara penutupan mahasiswa kkn 73 bertemakan “kkn 73 nyo’on pamit” diberikan sambutan-sambutan pembuka dari koordinator desa suwandi dan sekertaris desa bapak masykur dengan sambutan yang berisikan pesan, kesan yang ditujukan dan diharapkan sekaligus permintaan maaf dari mahasiswa kkn 73. Setelah sambutan acara selanjutnya yaitu doa yang dipanjatkan dengan khidmat setelah itu kembang api dibakar untuk memeriahkan acara sekaligus membakar semangat warga. Penampilan-penampilan dan hiburan serta hadiah lomba-lomba dibagikan dalam malam penutupan kkn 73 dipandu dengan 2 MC kholis dan yoga yang menambah kemeriahan di atas panggung. Bukan hanya penampilan dari masyarakat yang ikut memeriahkan panggung, tetapi dari mahasiswa pun ikut andil slah satunya penampilan menyanyi dari niam, musikalisasi puisi dari kholis dan jundi dibantu pengisi lagu semua mahasiswa kkn 73.



(Suasana penutupan KKN 73 UTM 2019 di desa Neroh)

PLANG JALAN IDENTITAS DESA NEROH


Bangkalan, keberadaan Desa Neroh banyak yang tidak diketahui oleh banyak khalayak umum. Pasalnya lokasi desa Neroh  berada ditengah-tengah hamparan persawahan di Kecamatan Modung, Lokasinya yang jauh dan akses yang terhambat oleh jalan rusak, membuat banyak orang yang acuh dan tidak tahu menahu tentang desa yang  kebanyakan berpenduduk perantau ini.
Dengan adanya permasalahan itu pembuatan plang penunjuk arah Desa Neroh dilaksanakan, pada tahun sebelumnya kelompok KKN sebelum kami telah membuat plang penunjuk arah desa di satu titik yaitu berada di desa Paeng. Kondisi plank yang berada di Paeng begitu sudah memprihatinkan dengan papan yang kecil tak lantas membuat banyak orang masih sering kliru dan tak tahu arah kemana yang menunjukkan desa Neroh.
Setelah itu kelompok KKN 73 UTM 2019 melakukan survey plang tersebut dan diganti dengan yang baru, yang awalnya menggunakan kayu kemudian diganti dengan menggunakan besi agar dapat bertahan dalam jangkan waktu yang lama selain penempatan plang penunjuk arah desa Neroh pun di tambah lagi yaitu ditempatkan di desa Patereman yang berjarak kurang lebih 5 KM dari neroh.


(Penunjuk arah jalan dari desa Kedungdung dan Paeng)

LOMBA TARTIL DAN ADZAN! CAMBUK SEMANGAT ANAK-ANAK UNTUK JADI GENERASI QUR’ANI


Bangkalan, (24/01) Hari Kamis pagi pukul 08.00 WIB, Balai Desa Neroh rami oleh siswa-siswi SD dan Mts. Kedatangan mereka bukan untuk bermain, bukan untuk bimbel, bukan juga untuk latihan tari. Kedatangan mereka melainkan untuk memenuhi undangan lomba tartil dan adzan se Desa Neoh yang diadakan oleh kelompok KKN 73 UTM 2019.
Kurang lebih terdaftar 50 peserta yang ikut berpartisipasi dalam acara tersebut, baik dari SD maupun Mts. Lomba tersebut dibagi dua kategori yaitu untuk kelas 1- 4 SD masuk dalam kategori junior, sedangkan untuk kelas 5 – 9 masuk dalam kategori Senior. Ada dua sekolah dasar yang mengikuti yaitu SDN Neroh 1 dan SDN Neroh 2 selain juga dari Madrasah Tsanawiyah Al Mas’udiyah.
“perlombaan ini perlu diadakan setiap tahunnya, kenapa? Karena dengan banyaknya potensi dari anak-anak Neroh sendiri akan dapat mudah untuk meneksplorasikan bakat yang dipunyai anak-anak sini” Ujar bapak Kepala Madrasah Tsanawiyah. Acara seperti merupakan acara yang langka didapati di Desa Neroh maupun di Kecamatan Modung. Kurangnya pemberdayaan dan pembinaan dari pemerintah yang mau tidak mau harus mematikan bakat-bakat terpendam dari anak-anak desa Neroh khususnya.
Lomba tartil al quran merupakan lomba yang paling diminati dalam acara tersebut tercata ada 41 peserta yang mendaftarkan diri dan mengikuti lomba, selain itu juga ada yang merangkap mengikuti lomba adzan. Meskipun juara yang akan diambil hanyalah 3 terbaik dari masing-masing kategori, tak lantas menyulutkan semangat anak-anak untuk mengasah kemapuan mereka dalam bidang agama.
Acara yang bertemakan “Ciptakan insan Generasi Qur’ani dan cinta Nabi” ini mendapat perhatian khusus bagi warga desa khususnya yang anaknya juga ikut partisispasi lomba, selain itu guru-guru pun juga ikut menghantarkan siswa-siswanya untuk  menaiki tangga juara dalam perlombaan ini.
(Gambar salah satu peserta lomba adzan

(Gambar salah satu peserta lomba tartil)


LAMA-LAMA MENJADI BUKIT, AYO MENABUNG !


Neroh (21/1) kegiatan ayo menabung digerakkan kepada anak-anak sdn neroh 1 obyek kegiatan ini yaitu kelas 4, 5 dan 6. Pukul 10.00 WIB kegiatan ini diawali dengan diinformasikan betapa pentingnya menabung untuk masa depan. Selanjutnya anak-anak diinformasikan pada hari sebelumnya untuk membawa berbgai peralatan utuk membuat celengan sederhana menggunakan botol plastik bekas, cutter, lem besi dan gunting. Sedangkan mahasiswa kkn 73 menyiapkan bahan lainnya yaitu kertas warna dan mahasiswa kkn 73 ikut mendampingi dengan dibagi perkelas masing-masing kelas didampingi 5 orang mahasiswa.
Kegiatan awal yaitu mereview lagi ingatan anak-anak tentang pentingnya menabung di masa depan untuk semakin membuat mengingat dan memahami. Selanjutnya yaitu praktek langsung membuat celengan atau tempat menyimpan uang menggunakan bahan-bahan bekas  botol plastik disiapkan dengan diberikan instruksi dari penanggung jawab kegiatan ini yaitu: indra. Hal pertama yang dilakukan yaitu memotong botol plastik ukuran besar menjadi dua, dihilangkan bagian tengahnya, selanjutny menempelkan kedua potongan botol plastik besar menggunakan lem besi dengan dibantu mahasiswa kkn 73. Lalu potongan botol plastik yang sudah tertempel diberi kertas warna hingga menutupi semua permukaan botol. Anak-anak diberikan instruksi untuk membuat sekreatif mungkin mengenai bentuk hewan apa yang diinginkan untuk dibentuk di permukaan botol. Lalu dengan antusiasme anak-anak mereka dengan kreatif dan cepat membuat berbagai aneka bentuk hewan seperti kelinci, kupu-kupu, tikus, panda dan masih banyak lagi.
Pukul 12.00 WIB kegiatan telah selesai dan semua nak-anak membawa hasil karya mereka dengan hati yang senang dan saling memamerkan karyanya pada teman-temannya dengan guyonan khas mereka “apa bagus punyaku!! Ihhh kupingnya nggak bisa berdiri, sayapnya kog gitu” ! keseruan mereka dengan pengalaman baru membuat mahasiswa kkn 73 tersenyum senang dengan keberhasilan kegiatan ayo menabung yang dilakukan!
 (Proses penyampaian materi)
(Hasil pembuatan celengan)

TEORI BUKAN HANYA DISIMPAN MELAINKAN HARUS DISALURKAN, DITULARKAN DAN DITERAPKAN.


Neroh, (2/1) neroh salah satu desa di kecamatan modung yang mempunyai beberapa dusun yang mempunyai jarak berbeda-beda dengan dijadikannya satu-satunya pusat segala informasi berbagai keperluan desa dan masyarakat khususnya sekolah. Di desa neroh terdapat 1 TK, 2 SD dan 1 MTs. Masyarakat desa neroh sekarang telah memahami betapa pentingnya pendidikan untuk masa depan dengan semangat anak-anak dalam mencari ilmu menambah kemajuan untuk perkembangan dunia pendidikan di desa neroh.
TK as-syarifah merupakan satu-satunya lembaga pendidikan anak usia dini dan taman kanak-kanak di desa neroh dengan anak-anak yang berasal dari berbagai tempat tinggal di sekitar neroh yang mempunyai jarak berbeda-beda. Mereka dengan ceria dan mandiri berangkat ke sekolah meskipun dengan perjalanan jauh yang biasanya mereka menggunakan angkutan “odong-odong” sebutannya sejenis kendaraan angkutan barang/ tossa, dengan jarak rumah yang lumayan dekat mereka membayar 1000 rupiah sedangkan, jarak rumah yang agak jauh mereka membayar 2000 rupiah. TK As-Syarifah memiliki 3 kelas satu untuk anak-anak PAUD sedangkan dua kelas digunakan untuk TK A dan TK B. TK As-Syarifah memiliki guru pengajar atau sebutannya “bunda” sebanyak 5 orang terdiri dari bunda uyun, bunda is, bunda uci, bunda kiki, dan bunda maskumah. Dari mahasiswa kkn 73 juga membantu kegiatan belajar mengajar di Tk As-Syarifah sebanyak 5 orang mahasiswa yaitu: nova, miranti, manda, okta dan ifa dibagi menjadi tenaga pengajar tambahan untuk membantu bunda-bunda. Berbagai pengalaman diperoleh dengan beberapa hari menjadi tenaga pendidik untuk anak-anak yang mempunyai berbagai latar belakang dengan keseruan dan senyuman khas anak-anak.
Sdn neroh 1 juga merupakan sekolah dasar yang terletak dalam jangkauan yang dekat terletak di tengah desa neroh berdampingan dengan balai desa neroh dan taman posyandu desa neroh. Mahasiswa kkn 73 juga ikut membantu kegiatan belajar mengajar di sd neroh 1 terdiri dari 2 mahasiswa yaitu: indra dan bella. Sedangkan, di sdn 2 terletak di luar desa yang terletak di pinggir jalan masuk ke desa neroh mahasiswa kkn 73 juga ikut membantu kegiatan belajar mengajar terdiri dari 3 mahasiswa yaitu: wandi, lia dan nisa’ di sdn neroh 2 muridnya jauh lebih sedikit dibandingkan dari sdn neroh 1. Meskipun begitu semangat anak-anak sdn neroh 2 tidak kalah dengan anak sdn neroh 1 dengan senyum ceria dan kemandirian anak-anak menjadikan halangan tidak terasa.
Mts al-masudiyah juga merupakan satu- satunya sekolah menengah pertama yang ada di desa neroh terletak agak dalam di ujung desa neroh, namun mempunyai akses jalan yang baik. Mahasiswa juga ikut andil dalam membantu kegiatan belajar mengajar terdiri dari 4 mahasiswa yaitu: lila, arba, jundi dan yoga. Mts ini merupakan mts swasta yang mempunyai jadwal masuk seminggu penuh dengan hari libur yaitu hari jumat. Meskipun begitu Anak-anak mts telah memiliki keinginan besar terhadap pendidik dengan bercita-cita ingin kuliah dan telah mengenal dunia IT meskipun hanya menggunakan ponsel pintar dan kemampuan dasar komputer mereka juga telah memahami dengan cukup baik.


 (Proses pembelajaran di TK As-Syarifah)
 (Proses pembelajaran di SD Neroh 1)  
(Proses pembelajaran di SD Neroh 2)  

 (Proses pembelajaran di MTS AL-Mas'udiyah)
 

Blogger news

Blogroll

About